Wednesday, 7 September 2016

Forum Admin Support di Group Facebook




Seringkali didapati pernyataan seperti ini :
- Ada kemungkinan pekerjaan partime nggak ya? perlu tambahan income nih.
- Waduh saya enggak bisa bisnis, nggak ada minat untuk berbisnis gimana ya?
- Kalau nggak kerja kantoran kerja apa ya? 
- Nggak bakat jualan nih, nggak bisa deh kalau harus nawar-nawarin ke orang lain bingung mulainya
- Waduh apa itu self employee? bagaimana ngebranding diri sendiri? butuh biaya banyak dong?

Adalah Virtual Assistant istilah bahasa inggris dari profesional self employee yang biasanya bekerja dari rumah diranah administrasi (paper work) dan atau konsultan, yang sebenarnya termasuk Pengusaha (entrepreneur) namun biasa atau lebih banyak bekerja sendiri atau dalam tim kecil.

Cara kerjanya seperti apa, bagaimana mereka dibayar, dimana mereka bekerja, perlu tax kah untuk jasa mereka, semua jadi puzzle yang di Indonesia masih harus dikumpulkan serpihan-serpihanya.

Adapun pekerja-pekerja seperti :
-Entry Data
-ghost writer (penulis artikel /copy writer marketer)
-vlogger
-blogger
-web developer
-translator
-telemarketing
-Online Marketing
-secretary online
-researcher online/internet surfer
-accounting/tax consultant
-graphic design for logo, web etc
-sketcher / ilustrator
- SOP system developer
-online socmed admin assistant
-slide presentation/proposal assistant
-Estimate Cost assistant (bikin RAB project)
-schedule management
-project controller
-Travel design programmer  
-Socmed Backlink (vote, comment, reshare/broadcast)
-dan masih banyak pekerjaan terfokus lainya yang bisa di desain untuk dikerjakan secara remote dari rumah ataupun dari coworking space maupun Small Office Home Office (SOHO).

Bisakah profesi administrasi support dijadikan karir self employee yang profesional? 
Apakah menjadi entrepreneur hanya ada dalam bidang perdagangan?
Apakah kemampuan memanage administrasi ini tidak menjanjikan sebagai bisnis dan hanya bisa dilakukan dengan "ikut orang" jadi pegawai selamanya?

Mereview 4 (empat tahun) Primassist (fb.com/Primassist) yang jatuh bangun dan trial dan error bongkar pasang bisnis model dan sampai saat ini masih struggle menemukan bentuk yang pas, namun juga mengingat support yang amazing dan tiada henti dari lingkungan sekitar, mulai dari support alat kerja, network, sharing, opportunity, self developing untuk Founder, community engagement.

Rubrik Kreatifpreneur Harian nasional Republika 5 Juli 2013

Maka di step ini 6 September 2016, Founder Primassist membuka group support untuk sharing dan discussion di Facebook dengan url link : http://FB.com/groups/primassist .

Menyatukan serpihan serpihan ide dan asa yang timbul, membangun stepping tangga profesionalisme, menghargai karir dan nilai profesi.
Mempersembahkan sajian untuk supporter Primassist sejak mulai dari ide sampai saat ini dengan mencoba menyebutkan nama - nama Suwardi Daeng, R. Ria Christiana, Riana, Zaky Al Hamzah, Adez Aulia, Isah Kambali, Sri Wahyuni, Reni Dewita, Denny Fadillah, Fenty Aprilita, Adhi Sasmita, dan pastinya banyak lagi nama yang tidak dapat founder sebutkan satu persatu TERUTAMA keluarga dan sahabat terkasih.
Beliau beliau sudah mencoba "mengerti" apa yang ada di benak dan dream founder walaupun tidak semuanya bisa dimengerti, namun support nya yang luar biasa dan menjadi shoulder to cry on Founder selama ini baik materil dan imateril hingga memberikan rasa Feel A live.

Dengan mengucap syukur alhamdulillah akan waktu, nafas, karunia, rejeki dari lingkungan sekitar, dan bismillah melangkah terus sampai jatah waktu penghabisan (semoga menjadi jariah yang dapat diteruskan walau founder sudah tiada).


No comments:

Post a Comment